Zidane Bangga Dengan Isco, Dan Berharap Dapat Berkembang Lagi

Pelatih dari Real Madrid yakni Zinedine Zidane berharap kepada Isco untuk mencetak lebih banyak gol lagi, berdasarkan pertandingan yang lalu di beritakan bahwa Real Madrid berhasil menaklukan Osasuna 4-1, Zidane sendiri meyakini bahwa Isco merupakan pemain yang begitu penting untuk Real Madrid, sehingga dia enggan untuk melepaskannya.

Berdasarkan pertandingan yang lalu bahwa Real Madrid bertandang ke Estadio El Sadar dalam Liga Spanyol tahun ini pada hari Minggu tanggal  9 Februari lalu, tim asuhan dari Zinedine Zidane ini dengan optimis mendeklarasikan kemenangan tersebut  atas Osasuna, dan Zidane pun terlihat sangat bangga atas kemenagnan tersebut.

Akan tertapi Real madrid pada menit-menit awal tertinggal skornya atas gol yang di cetak oleh Unai Garcia pada menit ke 14, hal itu lantaran tidak menyurutkan Real Madrid. dan akhirnya Isco mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, dan untuki go selanjutnya di cetak oleh Sergio ramos, Luka Jovic dan Lukas Vazquez untuk unggulo 3 angka di atasnya.

Untuk Isco sendiri itu merupakan gol pertama kalinya bagi dia pada La Liga di musim ini, setelah  terhitung sembilan kali menjadi starter dan membuatnya tampil lebih percaya diri lagi, dan Zidane tak luput juga memberikan pujian kepada Isco atas perkembangan yang dimilikinya.

“Saya mengira tidak ada yang berubah dari Isco, ternyata dia melihat perkembangan yang cukup signifikan, Isco merupakan pemain yang begitu penting dalam skuadron ini”

“Dia merupakan pemain yang dalam pertandingan memberikan performa terbaiknya kepada timnya saat bermain, dia seorang pemain yang bagus dia juga teknis dan begitu terampil dan dia merupakan begitu penting bagi skuad kami”

“Dia juga melakukan permainan yang brilian dalam pertandingan tersebut, sama juga terhadap pemain yang lainnya, akan tetapi dari semua itu saya lebih menyukai dia dalam mencetak gol, dan saya menginginkan lebih banyak gol lagi yang di cetaknya”

Berdasarkan kemenangan tersebut Real Madrid bertengger berada pada puncak klasemen dengan memiliki 52 poin dari 23 pertandingan yang di lakoninya, dan untuk selanjutnya Real Madrid akan menghadapi Skuad Celta Vigo pada akhir pekan.

Liverpool Kandidat Juara Premier League Musim 2019/2020

Liverpool Kandidat Juara Premier League Musim 2019/2020

Ketika Mohamed Salah mengangkat ketegangan di dalam Anfield dengan menjadikannya 2-0 melawan Manchester United pada menit ke-93, raungan dari The Kop hampir pada tingkat desibel yang sama dengan malam Liverpool kembali dari ketinggalan 3-0 melawan Barcelona di Champions. Liga musim lalu.

Itu melegakan, disatukan dengan kepercayaan, dan untuk pertama kalinya, pendukung tuan rumah meneriakkan, “Kita akan memenangkan liga,” meskipun sudah cukup jelas bagi semua orang selama berminggu-minggu bahwa tim Jurgen Klopp akan dinobatkan sebagai juara Inggris. musim ini, bahkan mungkin dalam waktu singkat.

Para penggemar tidak berani menyanyikannya sampai sekarang karena, sejak kesuksesan gelar terakhir pada tahun 1990, klub telah memiliki begitu banyak fajar palsu dan nyaris gagal yang bahkan menyebutkan kemuliaan yang akan datang telah dianggap sebagai godaan nasib dan tanda pasti bahwa sesuatu akan pergi salah, sebagai hasil dari kepercayaan prematur.

Jurgen Klopp: Semua Orang Harus Merayakan Situasi Ini

“Aku tidak punya masalah dengan itu,” kata Klopp setelah pertandingan. “Semua orang harus merayakan situasi ini, terpisah dari kita. Tidak ada yang berubah; kita memiliki situasi yang sama ditambah tiga poin. Aku akan segera memberitahumu saat itu jika terasa berbeda; saat ini, tidak.”

Tidak perlu khawatir. Masih baru Januari dan Liverpool unggul 16 poin, setelah bermain satu pertandingan lebih sedikit dari rival mereka. Jika hasilnya berjalan baik, tim Klopp bisa unggul 22 depan pada 29 Januari, ketika mereka memainkan pertandingan mereka melawan West Ham di Stadion London.

Matematika sekarang sangat mendukung Liverpool sehingga bahkan pendukung yang paling pesimistis dapat mulai mempersiapkan pesta gelar di musim semi. Memang, satu-satunya pertanyaan adalah kapan piala akan memiliki pita merah dan putih ditambahkan, siap untuk Jordan Henderson untuk mengangkatnya tinggi-tinggi.

Tetapi sementara angka-angka itu menunjukkan kemuliaan yang kuat, alasan hari ini adalah isyarat untuk lagu tentang menjadi yang teratas adalah karena siapa yang mereka kalahkan, serta siapa yang ada di sana untuk menontonnya. United selalu menjadi tolok ukur di mana Liverpool mengukur diri mereka sendiri dan itu bekerja sebaliknya.

Sir Alex Ferguson, yang hadir pada hari Minggu dengan mantan kepala eksekutif United David Gill, terkenal mengklaim bahwa tantangan terbesarnya setelah mengambil alih di Old Trafford pada tahun 1986 adalah “menjatuhkan Liverpool dari tempat mereka bertengger.” Dan ketika dia meninggalkan Old Trafford 27 tahun kemudian, dia telah melakukan hal itu.

Di bawah Ferguson, United melampaui rekor Liverpool 18 gelar liga dengan menambah jumlah mereka menjadi 20, meskipun ia tidak bisa mendekati rekor klub Anfield di Piala Eropa; Liverpool telah memenangkan kompetisi itu enam kali, dibandingkan dengan United tiga.

Chelsea, Arsenal dan Manchester City telah muncul sebagai saingan Big Two sepakbola Inggris selama era Liga Premier, tetapi ketika datang untuk mencetak poin, Liverpool harus mengalahkan United dan sebaliknya.

Itulah sebabnya tujuan Salah terasa seperti momen dalam waktu, tidak hanya untuk perburuan gelar ini tetapi juga dalam hal Liverpool mengusir hantu dominasi United di bawah mantan manajer mereka. Sampai Liverpool memenangkan Liga Premier, mereka tidak akan dapat mengklaim telah kembali ke tempat dimana Ferguson secara komprehensif menggulingkan mereka.

Sungguh menyakitkan bagi Ferguson untuk menyaksikan ayunan pendulum, dia akan mempersiapkan diri untuk saat ini. Dia memberi tip kepada Liverpool untuk sukses segera setelah Klopp tiba di sepak bola Inggris, dan, sementara United telah menginjak air, pemain Jerman itu telah melakukan keajaibannya di rumah dan di Eropa.

Liverpool Adalah Tim Terbaik Di Dunia

Sementara Liverpool adalah tim terbaik di dunia dan memainkan sepakbola serang yang menyenangkan, dengan pemain bintang di setiap posisi lapangan, Ole Gunnar Solskjaer United tidak memiliki harapan dan pemalu.

Dengan dua pemain terbaik mereka, Paul Pogba dan Marcus Rashford, absen karena cedera dan gelandang pilihan pertama Scott McTominay juga absen, United tiba dengan prospek mereka yang sudah berkurang, tetapi mereka berakhir dengan kekalahan 2-0 yang bisa dengan mudah menjadi 8 -3.

Warna mereka terdaftar di lembar tim sebagai krim, tetapi krim kocok akan lebih sesuai. Gol pembuka Virgil van Dijk pada menit ke-14 datang ketika ia dibiarkan tanpa tanda, enam meter di depan, untuk menyundul sepak pojok Trent Alexander-Arnold dan tipikal pertahanan buruk yang merusak kampanye United.

VAR mengesampingkan satu gol Liverpool, sebuah bendera offside menyangkal mereka yang lain, dan Henderson membentur tiang ketika gawang David de Gea dibumbui, tetapi itu berarti United entah bagaimana tetap dalam permainan sampai detik-detik terakhir memang, Anthony Martial dan Harry Maguire melewatkan peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum Salah membuat poin aman setelah berlari ke jarak panjang Alisson Becker.

Saat itulah Anfield tahu bahwa gelar tersebut ditujukan untuk Liverpool dan menandakan kepada Ferguson bahwa karyanya telah dibatalkan. Liverpool kembali bertengger dan tampaknya akan menjadi tahun sebelum United mampu menjatuhkan mereka lagi.

Komentar Zinedine Zidane Tentang Pemecatan Ernesto Valverde

Komentar Zinedine Zidane Tentang Pemecatan Ernesto Valverde

Zinedine Zidane pelatih Real Madrid turut bersimpati dengan dipecatnya Ernesto Valverde sebagai pelatih Barcelona saat ini. Walaupun Barcelona dan Real Madrid terlibat rivalitas pada klub, namun bukan berarti Zinedine Zidane senang dengan pemecatan Ernesto Valverde.

Menjadi sesama pelatih yang hebat, Zinedine Zidane dapat merasakan apa yang dihadapi Ernesto Valverde sekarang ini. “Tidak akan saya membahas apakah saya memahami kenapa dia dipecat atau tidak dipecat. Namun saat ini saya ikut sedih mengetahui hal itu,” kata Zidane dalam konferensi pers seperti dikutip dari As.

“Ernesto Valverde seorang pelatih yang sudah menunjukkan betapa baiknya dia bersama klub, juga saya sangat menghormati Ernesto Valverde,” Ucap Zinedine Zidane.

“Menjadi pelatih pada klub seperti Barcelona dan Real Madrid, sebenarnya kami tahu saat di mana kami berada juga hal itu tidak akan berubah lagi,” tambah Zinedine Zidane.

“Apabila saya kalah pada beberapa pertandingan bersama klub, maka saya akan dikritik tajam, hal itu seperti saat saya hadapi 1,5 bulan lalu bersama Real Madrid. Kalian hanya dapat mencoba memberi 100% untuk tim. Saat ini saya ikut sedih dengan apa yang dialami Ernesto Valverde sekarang,” Kata Zinedine Zidane.

Ernesto Valverde digantikan Quique Setien oleh manajemen Barcelona. Zinedine Zidane juga memberikan sedikit komentar tentang hal itu.

“Tempat bagi saya untuk berpendapat bukanlah itu. Namun saya mengharapkan untuk tim Barcelona agar kompetitif saat ini. Sekarang mereka akan melakukan pekerjaan mereka bersama Barcelona juga kami akan melakukan tugas kami bersama Real Madrid. Sekarang saya berharap mereka dapat menjadi seperti biasanya bermain kompetitif bersama tim,” Ucap pelatih asal Perancis tersebut.

Barcelona dan Real Madrid pada musim ini kembali masuk dalam persaingan sengit di La Liga musim (2019/2020). Masing-masing tim sama dalam mengumpulkan 40 poin dari 19 pertandingan laga yang telah dilakoninya.

Saat ini Barcelona pada sementara berada di puncak klasemen dikarenakan unggul dengan selisih gol dari Los Blancos, dan berada dengan membuntuti pada peringkat kedua klasemen sementara La Liga 2019/2020.

Zlatan Ibrahimovic: Hanya Ada Ronaldo Palsu di Liga Italia Sekarang

Zlatan Ibrahimovic: Hanya Ada Ronaldo Palsu di Liga Italia Sekarang

Zlatan Ibrahimovic dengan terbuka menilai Cristiano Ronaldo saat ini merumput bersama Juventus di Liga Italia bukan yang asli, dan dia hanya Ronaldo palsu. Zlatan Ibrahimovic sekarang resmi berseragam AC Milan, ia kemungkinan dapat menjalani laga perdana kembali pada tim AC Milan di Stadion San Siro, Senin (6/1/2020).

Zlatan Ibrahimovic kembali memperkuat AC Milan setelah berpetualang bersama LA Galaxy pada Liga Amerika Serikat MLS  berakhir selama setahun ini. Zlatan Ibrahimovic dikontrak hanya 6 bulan di klub AC Milan.

Bekas pemain timnas Swedia tersebut pernah membela AC Milan dengan status pinjaman saat musim 2010-2011 lalu, dan berstatus permanen setahun kemudian di AC Milan. Menjelang pertandingan melawan Sampdoria nanti, Zlatan Ibrahimovic merespons pertanyaan media mengenai peluang dirinya menghadapi megabintang dunia Cristiano Ronaldo yang berseragam Juventus. Zlatan Ibrahimovic dengan lugas mengatakan pemain asal Portugal itu bukan Ronaldo asli.

“Diri saya akan menemui Ronaldo asli di Liga Italia, itu tidak akan terjadi pada saya. dan hanya ada satu Ronaldo asli asal Brasil” kata Zlatan Ibrahimovic. Sebelumnya juga sempat beredar spekulasi jika Zlatan Ibrahimovic memilih kembali ke Liga Italia untuk kembali bersinar seperti Cristiano Ronaldo.

Walaupun seperti itu, Zlatan Ibrahimovic membantah anggapan itu. Zlatan Ibrahimovic bahkan menilai Cristiano Ronaldo tidak ada kualitas jika dibandingkan Ronaldo Nazario Brasil yang pernah membawa Brasil 2 kali juara Piala Dunia tersebut.

Zlatan Ibrahimovic memang sering melontarkan komentar pedas untuk Cristiano Ronaldo yang pernah bersinar di Manchester United juga Real Madrid. Namun sebelumnya pada wawancara bersama BBC, Zlatan Ibrahimovic menilai pilihan Ronaldo bergabung dengan Juventus bukan tantangan yang besar menurutnya. Komentar Zlatan Ibrahimovic meragukan pernyataan Cristiano Ronaldo yang memilih Juventus untuk mencari tantangan besar pada karirnya.

“Namun kenapa dia tidak sekalian bergabung menuju klub Divisi 2 pada beberapa tahun lalu, Menjadi juara di klub Divisi 2 lalu mengantarkan mereka pada kompetisi papan atas. Untuk pindah menuju Juventus sama sekali bukan tantangan,” ujar Zlatan Ibrahimovic mantan pemain Manchester United tersebut.

Liverpool Bersama Jurgen Klopp Telah Mencatatkan Rekor Di Tahun 2019

The Reds Sukses mencatatkan rekor pada awal tahun 2020. Liverpool mebuat rekor pajang dan tak terkalahkan pada Liga Primer Inggris musim 2019/2020, setelah mengalahkan Sheffield United, Jumat (3/1/2020) di Anfield Stadium.

Liverpool Bersama Jurgen Klopp Telah Mencatatkan Rekor Di Tahun 2019
Liverpool Bersama Jurgen Klopp Telah Mencatatkan Rekor Di Tahun 2019

Dengan tambahan 3 poin membuat The Reds semakin meninggalkan para pesaingnya di Liga Ingris dan berada pada puncak klasemen dengan mengumpulkan 58 poin. Sementara pada posisi dua klasemen sementara Liga Inggris ada Leicester City dengan selisih 13 poin. Selain itu Manchester City yang musim lalu menjadi juara Liga Inggris masih ada di posisi urutan ketiga dengan mengoleksi 44 poin. Kemenangan laga pertandingan saat melawan Sheffield United membuat Liverpool mencatat 19 kali menang dan 1 kali imbang pada Liga Inggris musim 2019/2020.

Kemenangan yang didapatkan The Reds tersebut merupakan tambahan catatan panjang rekor tak terkalahkan Liverpool dalam satu tahun terkahir semenjak diasuh oleh Jurgen klopp. Liverpool belum pernah kalah dalam 37 pertandingannya dan hanya sekali kalah saat melawan Manchester City pada tanggal 3 Januari 2019 lalu. Tak hanya itu saja rekor yang sudah dicatatkan Liverpool bersama Jurgen Klopp selama tahun 2019.

The Reds sukses membuat catatan 103 kemenangan dari 163 pertandingan dan bersama Jurgen Klopp Liverpool berhasil mencatatkan rekor sejarah klub dengan lebih baik dibanding saat dilatih oleh pelatih lain sebelum Jurgen Klopp melatih Liverpool. Tidak hanya itu saja, The Reds juga sukses membuat 26 kemenangan dalam 27 pertandingan terakhirnya. Liverpool membuat dua gol atau lebih dalam setiap kemenangna yang diperolehnya.

The Reds sudah mengoleksi 58 poin dalam musim ini dan poin tersebut diperoleh dari 20 pertandingan yang sudah dilalui Liverpool. Poin tersebut menjadi sejarah klub pertama dalam sejarah Liga Inggris yang sukses mendapatkan 58 poin disaat Liga masih berjalan stengan musim.

Semenjak Jurgen Klopp melatih The Reds tahun 2015, penampilan Liverpool lebih menyakinkan pada Liga Inggris juga eropa. Klopp sukses membawa The Reds menuju final 2015/2016 dan pada tahun 2017/2018 Klopp sukses membawa Liverpool menuju final Liga Champions. Pada musim 2018/2019 Jurgen Klopp Sukses bersama Liverpool menjadi juara Liga Champions dan sekaligus menjadi satu satunya klub Liga Inggris yang dapat meraih juara Liga Champions, Piala Super Eropa juga Piala Dunia Antarklub pada tahun yang sama.

Digulung Atalanta 0-5 Merupakan Kekalahan Terburuk AC Milan Dalam 21 Tahun

Kekalahan AC Milan melawan Atalanta pada lanjutan Serie A 2019/2020 menjadi rekor tersendiri buat AC Milan. Skor 0-5 merupakan kekalahan yang terburuk buat Ac Milan dalam 21 tahun.

Digulung Atalanta 0-5 Merupakan Kekalahan Terburuk AC Milan Dalam 21 Tahun
Digulung Atalanta 0-5 Merupakan Kekalahan Terburuk AC Milan Dalam 21 Tahun

Tuan rumah Atalanta menggulung Milan 5 – 0. Gol dibuat oleh Mario Pasalic, Alejandro Gomez, Luis Muriel dan Josip Ilicic mencetak 2 gol.

Atalanta mulai awal laga tidak memberi kesempatan AC Milan untuk mengembangkan permainan.

Pada menit ke 10 Alejandro Gomez walaupun dijaga dua bek AC Milan masih dapat melepaskan tendangan keras tanpa dapat dijangkau oleh Gianluigi Donnaruma.

Memasuki babak kedua, I Rossoneri seperti tanpa arah. Atalanta dapat menambahkan empat gol lagi dan menyelesaikan perlawanan AC Milan dengan skor akhir 5-0.

Ini adalah kekalahan keempat pada sejarah AC Milan untuk selisih lima gol. I Rossonerri mendapat kekalahan pada batas lima gol terakhir kali di bulan Mei 1998 silam ketika melawan AS Roma.

Ketika itu I Rossoneri kalah dengan skor 0-5 di ajang Serie A. Mereka kalah berkat gol dari Luigi Di Biagio (2), Vincent Candela, Marco Delvecchio dan Paulo Sergio.

Milan Babak Belur di Markas Atalanta

I Rossoneri tidak berdaya di markas Atalanta. AC Milan dibantai tim tuan rumah bersama skor 0-5.

Atalanta memang pantas mengalahkannya. Atalanta mampu menguasai pertandingan pada penguasaan bola berjumlah 59,2% berbanding 40,8% AC Milan.

Pada jumlah peluang Atalanta unggul jauh. Atalanta berhasil membuat 11 tembakan mengarah gawang dari 19 peluang tembakan.

Dan AC Milan hanya dapat melepaskan satu tembakan mengarah ke gawang untuk delapan peluang.

Atalanta tak butuh waktu lama membuka kemenangan, Mereka berhasil menjebol gawang Milan melalui gol Alejandro Dario Gomez saat pertandingan baru sepuluh menit.

I Rossoneri mencoba bangkit. tapi upayanya gagal mendapat hasil. Sampai babak pertama selesai, Atalanta dan Milan tidak lagi mencetak gol.

Memasuki babak selanjutnya, Atalanta menaikkan tempo permainannya, dan akhirnya berhasil menambah keunggulan di menit ke-61 melalui gol Mario Pasalic.

Mendapatkan umpan melalui Robin Gosens, Pasalic berhasil membuat penyelesaian akhir sempurna.

Atalanta semakin menjadi-jadi, dua menit berselang, Atalanta kembali membuat gol melalui Josip Ilicic memanfaatkan umpan Pasalic.

Ilicic terlihat menjadi ancaman untuk AC Milan. Terbukti, Ilicic kembali menjebol gawang I Rossoneri di menit ke-72.

Saatnya giliran Luis Muriel yang menjebol gawang Milan di menit ke-83.

Sampai pertandinga selesai, tidak ada gol lagi. Atalanta memastikan kemenangan melawan I Rossoneri dengan skor 5-0.

Dengan hasil tersebut, Atalanta naik pada posisi kelima klasemen sementara mengoleksi 31 poin.

Dan AC Milan berada di posisi 11 klasemen sementara dengan 21 poin. I Rossoneri semakin jauh dari lima besar.

Ini Isyarat Cristiano Ronaldo Dapat Kembali ke Manchester United

Sudah lama Manchester United mengharapkan mantan pemain terbaik mereka, Cristiano Ronaldo akan kembali ke Manchester United klub melambungkan namanya sampai menjadi salah satu pemain bola terbaik sepanjang sejarah.Sejak masih di Real Madrid, wacana mendatangkan kembali Ronaldo sudah didengungkan.

Ini Isyarat Cristiano Ronaldo Dapat Kembali ke Manchester United
Ini Isyarat Cristiano Ronaldo Dapat Kembali ke Manchester United

Kesempatan emas MU dapat bisa merekrut kapten Portugal tersebut pernah terjadi saat Ronaldo memutuskan berpisah dari Madrid. Namun pada tengah jalan CR7 justru memilih singgah di kota Turin dengan Juventus. Kini kesempatan MU dapat memboyong Ronaldo kembali terbuka oleh satu syarat. Syaratnya yaitu Juventus kembali gagal menjuarai Liga Champions musim ini. Alasan utama Ronaldo mau bergabung bersama Juventus  dikarenakan Liga Champions.

Apabila musim ini Juve gagal menjuarai Liga Champions, tak ada alasan lagi untuk Ronaldo bertahan di Juve. Teori tersebut diungkapkan salah seorang analis sepak bola Spanyol, Eduardo Inda yakin kalau musim ini tidak berjalan sesuai dengan harapan sang mega bintang. Terlebih lagi sejak kedatangan pelatih anyar, Maurizio Sarri, Ronaldo lebih banyak ditarik keluar juga lebih banyak duduk pada bangku cadangan. Situasi ini jelas berbanding terbalik saat CR7 masih di MU juga Madrid merupakan anak emas klub.

Sebab alasan itulah Inda yakin kalau Ronaldo mempertimbangkan kemungkinan kembali ke MU. Lanjut Inda menjelaskan jika alasan utama Ronaldo bergabung Juve ingin membantu pengoleksi gelar Serie A terbanyak Italia, Agar menjuarai Liga Champions dan sudah lama mereka tak dapatkan thropy itu. Musim lalu Ronaldo gagal mewujudkan mimpi itu, jika musim ini kembali gagal bisa saja Ronaldo memilih berganti klub.

Cristiano Ronaldo bisa pergi dari Juventus akhir musim ini apabila mereka gagal menjuarai Liga Champions. Dia pergi ke Turin agar mencoba meraih gelar Liga Champions untuk tiga klub berbeda, namun segalanya jadi lebih rumit, ucap Inda. MU memang mempunyau niat membawa pulang Ronaldo jika ada celah melakukan hal tersebut. Niat itu dapat terjadi pada situasi tak mengenakan saat ini yang dialami Ronaldo di Juventus.

Gaya bermain Ronaldo dianggap sarri tidak cocok untuk strateginya, karena sekarang Ronaldo jarang mendapat suplai bola membuatnya sulit mencetak gol. Belum lama Ronaldo menunjukkan sikap tak senang saat harus diganti oleh Sarri. Ronaldo tidak menyangkal jika dirinya tidak senang harus diganti, tetapi CR7 membantah semua tuduhan negatif mengarah padanya. Semua orang tahu saya tidak senang ditarik keluar, tetapi tidak ada masalah pada saya setelah diganti. Saya berjuang membantu Juventus bermain bahkan saat cedera.