Penderita Bipolar Memiliki Cara Pandang Pemikiran Sendiri

Banyak hal keliru yang sering dilakukan oleh para penderita bipolar saat ingin mengatasi rasa sakit atau gangguan saat bipolar kembali menyerang. Orang yang menderita bipolar, dan saat dia masuk pada fase mendapatkan serangan panik, ini akan sangat menguras tenaga. Karena emosi yang menguap-nguap, susah dikontrol, dan rasanya seperti hilang kendali beberapa saat akan pikiran dan tubuh. Seperti hilang di dalam tubuh sendiri. Sehingga saat kalian merasakan gangguan yang mulai mengarah pada bipolar, atau merasakan anda sering masuk di keadaan susah sekali mengontrol emosi, jangan sungkan bicarakan dengan orang terdekat anda. Dan cri pertolongan melalui psikiater atau psikolog. 

Bipolar Memiliki Pemikiran Sendiri

Yang sering menjadi kendala adalah, pada orang bipolar, mereka sering merasa curiga. Mereka memiliki pemikiran sendiri. Dan orang bipolar adalah orang yang cerdas, pada umumnya. Orang yang cerdas, sehingga tenggelam pada pemikiran-pemikiran, dan mulai membuat suatu kesimpulan sendiri. Yang kadang mereka tidak tahu itu benar atau tidak, karena semakin sering, dan semakin yakin dengan pemikiran tersebut, sehingga secara tidak langsung, mereka sudah mulai membenarkan pemikiran mereka, dan merasa mereka selalu benar. Ini yang bahaya. Makanya untuk para penderita bipolar, penting sekali memiliki teman atau ada orang yang disampingnya, untuk teman tukar pikiran, atau tempat untuk mengeluarkan segala pemikiran mereka, sehingga mereka tidak akan tenggelam dengan segala bentuk pemikiran mereka. Dan akhirnya menimbulkan kepanikan dan kecemasan yang berlebih.

Penderita Bipolar Yang Sadar Akan Membutuhkan Pertolongan Medis

Ada sebagian orang bipolar yang sadar akan ada sesuatu yang tidak beres dengan mereka, dan memutuskan untuk mencari pertolongan entah melalui keluarga, atau psikolog atau psikiater. Ini adalah keputusan yang sangat tepat. Dibanding menyimpan sendiri. Tapi kadang saat dalam pemeriksaan, dan psikolog mendiagnosa ada gangguan bipolar. Kebanyakan dari penderita akan denial di awal. Sehingga rasanya tidak mungkin dan akan mencoba mencari pertolongan di tempat lain. Ini wajar saja. Tapi untuk langkah selanjutnya, sebaiknya mengikuti saran dan anjuran dari psikolog. Untuk penderita yang memiliki kegiatan atau pekerjaan rutin. Kadang psikolog akan memberikan obat untuk sebagai membantu meredahkan kecemasan atau panik yang menyerang. Tapi jika sudah memiliki waktu, akan lebih baik mengikuti terapi konseling secara berkala. Ini akan sangat membantu.